Perlukah mengajarkan anak mengatur keuangan sedari dini? Mungkin, sebagai orang tua Anda sempat bertanya-tanya mengenai hal ini, mengingat anak masih sangat belia untuk bisa mengatur keuangan sendiri dan toh nantinya juga ada jaminan biaya pendidikan anak sehingga tidak perlu lagi pusing memikirkan dana pendidikan ke depannya. Meskipun demikian, anak tetap harus diajarkan mengatur keuangan, tujuannya agar anak tidak boros ketika sudah memasuki usia remaja.
So, bagaimanakah cara mengajarkan anak mengatur keuangan? Langsung disimak pembahasannya di bawah ini, check it out: (source: cermati.com)
- Ajarkan anak menabung. Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah dengan mengajarkan anak menabung uang yang sudah diberikan kepadanya. Mungkin, mereka akan memprotes Anda dan bertanya “mengapa uangnya ditabung, nanti gak bisa buat jajan, dong?”. Berikan penjelasan sekaligus kasih tahu anak kalau menabung itu bermanfaat untuk masa depan dan uangnya bisa dipakai untuk keperluan lainnya. Tidak harus dipaksa, Anda bisa mengajarkannya secara perlahan namun pasti.
- Ajarkan konsep “utamakan kebutuhan dibanding keinginan”. Jika anak sudah diberi kepercayaan memegang uang sendiri, maka jangan sampai lupa mengajarkan konsep lebih mengutamakan kebutuhan dibanding dengan keinginan. Ajarkan anak membelanjakan uang untuk hal yang memang dibutuhkan bukan hanya semata karena lagi suka dengan sesuatu. Melakukan ini tentu bermanfaat untuk anak ketika mereka sudah dewasa nantinya.
- Ajarkan anak tidak berhutang. Di usia yang masih belia, anak mungkin tidak akan kepikiran untuk berhutang. Namun, tetap saja Anda harus mengajarkan anak untuk tidak berhutang sekalipun itu adalah temannya sendiri. Karena jika anak sudah berhutang sekali saja, maka dikhawatirkan nantinya malah keterusan. Kalau sudah begini, tentu bisa merugikan banyak pihak.
- Ajarkan anak berbagi. Ajarkan anak menyisihkan sedikit uang yang sudah didapatnya untuk diberikan kepada orang yang membutuhkan. Tidak hanya mulia, mengajarkan ini memberikan manfaat yang sangat besar untuk anak dan nantinya pada saat mereka dewasa bisa menerapkannya di dalam kehidupan.
Itulah beberapa hal yang bisa diajarkan kepada anak, agar mereka bisa mengatur keuangannya dengan lebih bijak lagi. Semoga bermanfaat, ya! –SH–